SULUTLINENEWS.CO.ID, MINSEL – Bentuk kepedulian nyata terus ditunjukkan oleh Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM, Pdt. Adolf Wenas, bersama para sahabatnya. Kali ini, aksi berbagi kasih menyasar Jemaat GMIM Imanuel Pelita, Wilayah Motoling Lolombulan.
Bantuan uang tunai sebesar Rp50 juta diserahkan langsung untuk mendukung kelanjutan pembangunan fisik gedung gereja tersebut pada ibadah Minggu pagi, 18 Januari 2026.
Prosesi penyerahan bantuan dilakukan oleh Ny. Meiny Nelwan, istri Ketua Sinode GMIM yang juga menjabat sebagai Ketua Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Pendeta dan Guru Agama (KKPGA) GMIM. Kehadiran Ny. Meiny didampingi langsung oleh Pdt. Adolf Wenas dan disaksikan oleh seluruh jemaat serta Badan Pekerja Majelis Jemaat (BPMJ) setempat.
Pdt. Adolf Wenas dalam pesannya berharap agar bantuan ini dapat menjadi pemacu semangat bagi seluruh jemaat Imanuel Pelita dalam menyelesaikan pembangunan rumah Tuhan.
“Gunakan dana ini, walaupun kecil, untuk pembangunan gedung gereja. Kiranya ini dapat menjadi motivasi bagi jemaat dalam mendukung pembangunan demi kemuliaan nama Tuhan,” pesan Pdt. Wenas di hadapan jemaat.
Langkah ini diambil sebagai respons cepat Ketua Sinode dan rekan-rekan sejawatnya setelah melihat kondisi fisik gedung gereja yang memang memerlukan sentuhan bantuan agar pelayanan dapat berjalan lebih maksimal.
Terpisah, perwakilan Sahabat Ketua Sinode GMIM, Pdt. Ricky Tafuama, menjelaskan bahwa aksi ini murni merupakan panggilan hati untuk saling menopang antarjemaat. Ia menekankan bahwa kebersamaan adalah kunci dalam menghadapi tantangan pembangunan di tengah jemaat.
“Kami ingin memastikan bahwa jemaat-jemaat yang sedang berjuang dalam pembangunan tidak merasa sendirian. Ini adalah bentuk solidaritas dan kasih antar sesama pelayan dan jemaat,” ujar Pdt. Ricky Tafuama.
GMIM Imanuel Pelita menjadi jemaat ketiga yang menerima sentuhan bantuan kasih ini. Sebelumnya, aksi serupa telah dilakukan di GMIM Bethesda Lowian dan GMIM Yordan Matungkas.
Melalui bantuan ini, diharapkan proses pembangunan fisik gedung gereja di Motoling Lolombulan dapat segera rampung, sehingga fasilitas tersebut dapat digunakan dengan nyaman oleh jemaat untuk beribadah dan melayani. Semangat gotong royong ini diharapkan terus bertumbuh di lingkungan GMIM sebagai wujud nyata gereja yang inklusif dan saling peduli.






