Bitung – Cinta dan kasih sayang yang tak kesampaian disertai kondisi keuangan yang sangat minim membuat tragedi rumah tangga terjadi sehingga terjadi percekcokan pasangan suami istri (pasutri), mirisnya sang suami (korban) bernama Rahman Rabay (39) Warga Rt 07, Lingkungan III, Kelurahan Winenet Satu, Kecamatan Aertembaga-Bitung mengakhiri hidupnya dengan gantung diri dirumahnya tepatnya disalah satu kamar, terjadi pada hari Senin (15/02) dengan mengunakan sehelai kain bercorak batik.
Menurut keterangan Kapolres Bitung melalui Kasat Reskrim AKP Frelly Sumampow, dimana istri korban saat kejadian tidak berada dirumah melainkan berada di Kota Toli-toli, Provinsi Sulawesi Tengah. Pada saat itu korban dan istrinya berkomunikasi lewat video call, dalam percakapan tersebut keduanya bertengkar mulut, yang mana korban menyuruh istrinya segera pulang, namun istri korban tak mau pulang dengan alasan ongkos pulang mahal.
“saksi pertama melihat korban gantung diri tidak lain adalah keponakannya bernama Lanang, usia 12 Tahun, dia melihat korban dalam keadaan meninggal dunia dengan posisi tergantung dengan lidah menjulur dan mengeluarkan kotoran di bagian anusnya, kemudian saksi lanang memanggil opah Salasa merupakan ayah korban dan memanggil saksi lainnya yakni Bahruddin Rabay, kemudian mereka bersama –sama menurunkan korban dan memindhkan korban kerumah lainnya, korban saat itu mengenakan celana jeans pendek dan masih dalam keadaan mengunakan headshet” terang Sumampow yang sebelumnya pernah menjabat Kapolsek Aertembaga.
Dari pemeriksaan tim INAFIS Polres Bitung menjelaskan , bahwa ditubuh korban tidak ditemukan tanda tanda kekerasan,” korban diperkirakan sudah meninggal lebih dari 12 jam,” jelas Sumampow.(Brai)






