Calon Polri dan CPNS Padati Ruang Administrasi RSUD Teep

Minsel – Setelah dibukanya pendaftaran calon Polri sejak tanggal 19/03/2021, berakhir 01/04/2021 tentunya para calon terlebih dahulu memperlengkapi berkas dan selanjutnya mendaftarkan secara online.

Dari pantauan media ini, dimana diruang adminstrasi RSUD Teep dipenuhi para calon polri untuk mengambil surat hasil pemeriksaan berbadan sehat dan bebas dari narkoba, surat tersebut merupakan salah satu syarat menjadi calon polri sehingga mereka perlu memeriksakan diri di RSUD teep ini, dari pengamatan ini terpantau juga CPNS dengan jumlah yang banyak yang melakukan administratif untuk kelengkapan

Dengan kerumunan ini sangat disesalkan karena mengingat pademik covid 19 masih berlangsung, seakan-akan mereka tidak takut atau menggwatirkan dirinya akan bahaya virus yang satu ini muda terjangkit dan mematikan.

Dengan adanya ini saat dikonfirmasi Dirut rumah sakit menyampaikan bahwa pihaknya sudah memberi peringgatan dengan tegas agar jangan ada kerumunan.

“Himbauan kami kepada mereka agar menjaga jarak sudah kami sampai-sampaikan, namun disaat kami meninggalkan mereka hanya beberapa saat saja untuk menjalankan tugas lainnya, ternyata mereka tidak lagi mengindahkan himbauan kami.
Kejadian ini selalu terjadi dan setiap kali kami himbau agar menyebar jangan berdekatan  mereka tetap saja berkerumun kembali disaat tidak melihat petugas,”ujar dokter Monita Nangoi, senin(29/03)

Dokter Nangoi menambahkan, bahwa peserta calon polri tersebut sudah dari pekan lalu melakukan kelengkapan berkas seperti ini.

” ya, para calon polri yang melengkapi berkas berbadan sehat dan bebas Narkoba sudah sepekan mereka datang, sehingga mereka datang secara bertahap dan mengikuti himbauan kami, tetapi untuk CPNS tahun 2019 ini mendadak datang dan berjumlah banyak, mereka juga mengurus administrasi kelengkapan berkas, sehingga keadaan yang terlihat saat ini berjubelan, yang pastinya kami tidak pernah berhenti menyampaikan himbauan jaga jarak serta mengunakan masker, makanya saya secara tegas juga menyarankan kepada para petugas atau perawat jangan ada yang bole masuk kantor dan harus safetty, agar tidak terjangkit virus ini,” tegas Nangoi.(tim)