Manado/Direskrimsus Polda Sulawesi Utara Kombes Pol Nasriadi mengungkap alasan kenapa sampai tersangka melakukan penimbunan secara leluasa hingga bisa menduplikat kunci panel SPBU di Kairagi.
“Ini karena adanya kerjasama antara pengawas SPBU dengan tersangka. Pengawas SPBU seakan-akan telah memberikan duplikat dan memberikan kebebasan kepada tersangka untuk mengisi kapanpun,” jelasnya.
Menurutnya tersangka melaksanakan aktifitasnya pada malam hari supaya tidak dilihat orang dan tidak capek mengantri.
Nasriadi menjelaskan jika di SPBU memiliki sistem pengisian otomatis Nozzle dan semi otomatis.
Kalau otomatis semua menggunakan aplikasi atau sistem digitalisasi dengan pertamina. Jika lebih dari 200 Liter mesin akan berhenti sendiri, dan tidak bisa digunakan secara berganti-gantian.
Namun tersangka mematikan sistem otomatisnya dan menggunakan non otomatis.
“Jadi liter yang dimasukan itu boleh berapa banyak diisi dan tidak ada batas, dan ini sudah ada permainan dari pemilik SPBU,” jelasnya






