
Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Setyo Budianto melepas 100 pasukan anggota Brimob Polda Sulut, Bawah Kendali Operasi (BKO) ke Polda Sulawesi Tengah (Sulteng), Jumat (20/1/2022) malam
Pengiriman anggota ini dilakukan untuk pengamanan pasca bentrokan antar pekerja di PT Gunbuster Nickel Industry atau GNI, Morowali Utara, Sulawesi Tengah.
Pelepasan anggota Brimob ini diawali dengan upacara yang digelar di Halaman Mako Brimob Polda Sulut
Irjen Setyo menjelaskan pelepasan ini sebenarnya dilaksanakan pada Rabu (18/1/2023), namun dikarenakan kunjungan Presiden di Kota Manado hingga mengalami penundaan.
“Saya meminta kebijakan kepada pimpinan, untuk dilakukan penundaan terkait pengamanan VVIP bapak Presiden Republik Indonesia,”jelasnya.
Lanjutnya, para anggota Brimob akan melaksanakan tugas BKO yang akan diserahkan secara penuh kepada Polda Sulawesi Utara.

“Nantinya pelaksanaan semuanya dikendalikan dan di managerial oleh Polda Sulut,”jelasnya.
Dia pun berharap penugasan ini bisa membantu pemulihan situasi PT GNI dan Klaster Nikel Indonesia.
“Mudah-mudahan keberadaan personil Satbrimobda bisa cepat memulihkan situasi dan kondisi aktifitas di lokasi, bisa segera normal kembali,”jelasnya.
Lanjutnya, keberadaban anggota disana bisa membawa harum nama Polda Sulut dan bekerja dengan penuh tanggung jawab.
“Mereka bisa melaksanakan tugas 100 orang dan kembali dengan keadaan sehat walafiat ke Kota Manado,”jelasnya
Sebelumnya, Bentrkan antar pekerja di PT Gunbuster Nickel Industry atau GNI, Morowali Utara, Sulawesi Tengah, pecah Sabtu (14/1/2023) malam.
Bentrokan di perusahaan smelter nikel ini melibatkan dua kelompok buruh, pekerja lokal (WNI) dan pekerja asing (WNA).
Akibatnya, sebanyak 3 pekerja tewas dan sejumlah luka. Korban tewas terdiri dari 2 pekerja lokal dan seorang pekerja asing.
Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Pol Didik Supranoto, menjelaskan, sebelum kerusuhan tersebut, buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Nasional (SPN) mengadakan pertemuan dengan pihak perusahaan, pada Jumat (13/1/2023).
Dalam pertemuan itu, massa buruh SPN melayangkan delapan tuntutan kepada pihak perusahaan, termasuk perihal perbaikan pelaksanaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dan kenaikan gaji mulai Januari 2023.
Sebab, sebelumnya smelter PT GNI sempat terbakar hingga menewaskan artis TikTok asal Pinrang, Nirwana Selle, yang juga bekerja di perusahaan tersebut.
Akan tetapi, tak ada kesepakatan yang tercapai antara kedua belah pihak dalam pertemuan tersebut.
SPN pun merespons dengan memberikan surat pemberitahuan soal rencana aksi mogok kerja yang bakal mereka lakukan jika perusahaan tak memenuhi semua tuntutan mereka.
Menjawab hal itu, PT GNI pun kemudian melayangkan surat yang yang berisi jawaban terhadap tuntutan para buruhnya.
Di dalam surat tersebut, perusahaan menyampaikan bahwa pihaknya tidak menerima semua tuntutan yang diajukan para buruhnya.
Mendapat jawaban yang tak memuaskan, para buruh SPN pun menggelar aksi mogok kerja di lingkungan perusahaan.
Aksi mogok kerja pun akhirnya digelar para buruh.
Buruh yang mogok kerja masuk ke pabrik untuk mengajak buruh lainnya mengikuti kegiatan itu.
Saat di dalam pabrik, buruh asal China yang tidak ingin mengikuti aksi mogok.
Mereka malah menyerang sejumlah buruh lokal.
Bentrokan pun terjadi hingga berbuntut pada perusakan dan pembakaran fasilitas kantor dan armada perusahaan.






