SULUTLINENEWS CO ID, MANADO – Ada hal berbeda terlihat dalam upacara melasti, rangkaian dari pelaksanaan ibadah hari raya Nyepi di Kota Manado.
Biasanya upacara melasti dilaksanakan
di pinggir pantai, dengan tujuan mensucikan diri dari segala perbuatan buruk pada masa lalu dan membuangnya ke laut.
Namun, di kota Manado pelaksanaannya hanya digelar di masing-masing Pura.
Hal tersebut jelas menunjukan pertanyaan publik terlebih umat Hindu pada umumnya.
Menanggapi hal tersebut, ketua hari raya nyepi pura jagadhita Manado, I Made Serija menerangkan, jika tahun ini hanya masing-masing perwakilan yang mengambil air laut di pantai kemudian membawanya di Pura.
“Karena ada istilah melasti ngubeng yang dilaksanakan di tepat atau di luar,”jelasnya.
Lanjutnya, perwakilan masing-masing pura di Kota Manado, telah melaksanakan sembayang di pantai malalayang, kemudia mengambil air cuci di tengah laut dengan menggunakan perahu.
Dia pun mengakui semestinya pelaksanaan ibadah melasti harus dilakukan di pantai seperti tahun-tahun sebelumnya.
Hanya pada tahun ini, ada umat yang rencananya melaksanakan melasti di Tongkaina. Tetapi karena tempatnya belum memadai kita batalkan disana, dan digelar di Manado.
“Jadi ada sesuatu hal yang tidak memungkinkan tempatnya, jadi kita dilaksanakan disana,”jelasnya.
ADP






