Ratahan – Menanggapi adanya keluhan masyarakat terkait proyek jalan di Kebun Raya Megawati Soekarnoputri yang diduga terjadi kejahatan korupsi, maka Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Minahasa Tenggara (Mitra) dengan cepat menurunkan mengeceka langsung ke lapangan.
Tim yang dipimpin langsung oleh Kepala Dinas PUPR Mitra Rommy Ole, didampingi Camat Ratatotok langsung turun ke lokasi untuk melakukan inspeksi terhadap pelaksanaan proyek yang dikerjakan oleh PT. Global Cipta Perkasa.
Dalam inspeksi ini pula Tim PUPR Mitra turut melibatkan salah satu Anggota DPRD Mitra Hj.Rakimin.
Sesuai informasi yang diperoleh di lapangan, kabar tersebut hanya isu belaka.
“Kami sudah turun bersama tim dan hasil pengecekan di lapangan, selama pelaksanaan pekerjaan tidak ada keluhan masyarakat terkait timbunan tanah,” terang Ole, Sabtu (9/5/20).
Ole menambahkan, dari hasil konfirmasi terhadap pemilik lahan yang dilakukan oleh Hj.Rakimin melalui saluran telepon, ternyata tidak ada pemilik lahan yang keberatan dan justru kaget mendengar adanya isu tersebut.
Kadis PUPR pula menjelaskan bahwa sebagian warga justru yang meminta tanah galian tersebut karena menurut mereka mengandung emas.
“Kalaupun ada yang keberatan terkait galian ini, bisa menghubungi pihak proyek di lokasi pekerjaan untuk segera kami tindaklanjuti,” ungkap Ole.
Sementara itu Ole menjelaskan, terkait kwalitas pekerjaan jalan dikebun raya oleh PT. Global Cipta Perkasa dari hasil turun lapangan sudah sesuai kontrak kerja dan tidak ada masalah.
Ole menambahkan, tim sudah sudah turun lapangan untuk melakukan pemeriksaan pekerjaan jalan yang dilakukan PT.Global Cipta Perkasa dan ini tidak ada masalah serta sesuai dengan kontrak kerja.
Camat Ratatotok Merdie Tania Spd, menambahkan bahwa sepengetahuan dirinya tidak ada warga yang keberatan karena tanah di pinggiran galian sudah dibebaskan.
“Jadi tanah di lokasi tersebut sudah dibebaskan oleh pihak PT. Newmont Minahasa Raya sekira tiga meter di belakang galian saluran. Makanya tidak ada warga yang keberatan,” ungkap Tania.
Sementara pihak kontraktor PT. Global Cipta Perkasa melalui Manajer Junifer Saroinsong mengatakan, pihaknya terbuka jika ada masyarakat yang ingin mempertanyaan terkait pekerjaan mereka.
“Kami terbuka jika ada masyarakat ingin mempertanyakan terkait pekerjaan kami, silahkan ke Kantor PT Global Cipta Perkasa kami siap memberikan keterangan tersebut,”tutup Saroinsong.(Tya)






