Survei PusDeHAM Tidak Menjadi Penentu SK Cawali Tomohon

Tomohon`-  Pengurus DPD II Partai Golkar Tomohon merilis hasil survey salah satu  lembaga survey yang dipercaya DPP Partai Golkar untuk melihat elektabilitas para bakal calon walikota Tomohon  yaitu Pusat Studi Demokrasi dan HAM (PusDeHAM). Diketahui di Tomohon untuk bakal calon walikota yang diusung PG yaitu   Syerly Adelyn Sompotan(SAS), Jilly Gabriela Eman (JGE) dan Micky Junita  Wenur(MJW), Selasa(23/6/2020)

Dalam survey tersebut tingkat popularitas   SAS menempati posisi teratas, sementara JGE iposisi kelima, sementara MJW posisi keenam.

Untuk likeabilitas SAS  kembali menempati posisi pertama, JGE  yang juga putri Walikota Jimmy Eman pada posisi keempat, sedangkan posisi MJW berada tepat dibawah  Jilly Eman.

Menariknya dalam  Elektabilitas Calon Walikota posisi teratas diraih Jilly Gabriella Eman, disusul SAS dan MJW posisi keempat.

Menyikapi  survei PusDeHAM,  membuat Sekretaris DPD I Partai Golkar Sulut Raski Mokodompit SH,angkat suara.

Rasky Mokodompit mengatakan hasil survei tersebut  tidak   menjadi acuan mendapatkan SK calon dari partai yang berlambangkan pohon Beringin.

Mokodompit menjelaskan bahwa masih ada lagi survey yang akan dilakukan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar pada bulan Juli mendatang.

“Jadi akan ada survei terakhir dari DPP pada bulan Juli nanti sebelum dikeluarkannya surat putusan pasangan,” ujar Mokodompit.

Yang pasti hasil survey yang dilakukan DPP ini   nanti menjadi salah satu acuan dalam penentuan SK calon waliota Tomohon, karena kurang lebih 10 Lembaga Servei yang bekerjasama dengan DPP Partai Golkar Pusat. Termasuk Lembaga Servei Indikator, PusDeHAM dan lain-lain. Intinya DPP akan melakukan servei kembali terkait elektabilitas setiap bakal calon di beberapa kabupaten kota.