Minsel – ketua Asosiasi Petani Kelapa Sulut, George Yulian Umpel mengusulkan kepada Bupati agar supaya memeriksa Aset alat-alat pertanian milik pemkab Minsel yang tersebar disemua kecamatan yang ada, diantarany alat traktor untuk digunakan disawah dan diperkebunan, alat pengilingan dan beberapa alat lainnya.
Umpel menduga bisa saja alat-alat tersebut sudah beralih fungsinya, yang seharusnya para petani atau kelompok tani berhak mengunakan alat tersebut namun disayangkan jika hanya digunakan kepentingan pribadi oleh oknum-oknum lainya.
” Bisa saja alat tersebut dipakai secara pribadi bukannya untuk para petani ataupun kelompok tani tetapi ahli fungsinya diahlikan menjadi milik keluarga,”duga Umpel
Selain itu dirinya berharap penempatan alat pertanian atau perkebunan semestinya ditempatkan diwilayah atau lokasi pertanian yang benar-benar membutuhkan alat tersebut, bukannya ditempatkan alat tersebut dilokasi yang notabene bukan dilahan pertanian maupun perkebunan.
Dirinya berharap pula, perlu disiapkan orang-orang tehknik yang boleh memperbaiki alat-alat pertanian yang rusak, bukan hanya itu perlu ada tim atau kelompok yang dipercaya untuk bertanggung jawab penuh menjaga dan merawatnya, karena mesin maupun kelengkapan sparepart alat tersebut tidak murah harganya bukan hanya jutaan, tapi bisa puluhan juta hingga ratusan juta harganya.
“Kasiankan kalau ada sparepart yang masih baik dan sengaja diambil lalu digunakan ke alat pertanian lainnya bukan pemkab punya itu namanya orang cari gampang yang menyusahkan negara dan imbasnya ke petani,”tandas Umpel juga sebagai ahli andalan KTNA Nasional
Dampak positif bagi para petani Kabupaten Minsel yang merasakannya, ketika sudah dilaksanakan pemeriksaan aset alat-alat pertanian.
seperti halnya lahan tidur perkebunan dan pertanian, ketika Pemkab menfasilitas alat pengolahan lahan maka para petani tidak susah mengelolah lahan secara manual.(jim)






