Jakarta, PT PLN (Persero) dan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank, berdasarkan hasil riset menunjukkan peran besar sebagai penggerak ekspor Indonesia. Kamis 23/06/2022.
Hal itu sebagai tindak lanjut dari penandatanganan kerja sama yang telah dilakukan kedua belah pihak pada 25 Agustus 2021 silam.
Executive Vice President Keuangan Korporat PT PLN (Persero), Teguh Widhi Harsono mengatakan PLN sebagai jantung perekonomian Indonesia terus mengambil peran penting dalam pertumbuhan ekonomi.
Hasil riset membuktikan pasokan listrik yang andal mampu mendukung aktivitas perekonomian nasional, terutama kegiatan ekspor.
“PLN berkomitmen menyediakan pelayanan listrik yang berkelanjutan dan terjangkau bagi para pelaku industri, khususnya berorientasi ekspor,” ujar Teguh.
Ia juga menjelaskan PLN mempunyai berbagai program untuk bisa dimanfaatkan oleh sektor industri meningkatkan kualitas dan produktivitas ekspornya. Seperti misalnya, layanan penyambungan baru (PB), layanan tambah daya (PD) dengan promo-promo sesuai tema terkini, layanan penyambungan sementara (PS), layanan listrik andal dan tanpa kedip yang lebih efisien, penjualan energi bersih melalui Renewable Energy Certificate (REC), hingga layanan listrik untuk pengguna kendaraan listrik.
“Selain itu, PLN menyediakan aplikasi PLN Mobile yang mendukung kebutuhan pelanggan melalui layanan berbasis online untuk memudahkan para investor dan dunia usaha, dari layanan keluhan dan gangguan, layanan permohonan PD/PB/PS, swacam, layanan internet Iconnet, layanan gangguan instalasi melalui listriQu, hingga marketplace,” tambah Teguh.
Kepala Divisi Indonesia Eximbank Institute (IEB Institute) LPEI, Rini Satriani menjelaskan hasil riset menunjukkan adanya dukungan pasokan listrik andal, yang mampu meningkatkan produktivitas ekspor dari sebuah wilayah. Hasil ini didapat dari pertumbuhan konsumsi listrik yang sejalan dengan laju nilai ekspor di 827 sampel perusahaan.
“Hasil analisis regresi menunjukkan, konsumsi listrik dan nilai ekspor sektoral memiliki hubungan dua arah yang signifikan, bahkan saling mempengaruhi. Peningkatan konsumsi listrik sebagai salah satu input produksi secara langsung dapat meningkatkan nilai ekspor,” ujar Rini.
Setiap penambahan konsumsi listrik, ungkap Rini, mendorong peningkatan nilai ekspor suatu wilayah/sektoral. Contohnya, Provinsi Banten memiliki nilai elastisitas yang positif sebesar 1,13 persen terhadap nilai ekspor sektor makanan dan minuman, dari wilayah tersebut. Dengan demikian jika terdapat penambahan listrik sebesar 1 persen pada sektor tersebut, maka nilai ekspornya akan meningkat sebesar 1,13 persen.
“Ini membuktikan pentingnya peran listrik sebagai input produksi industri yang berorientasi ekspor dalam meningkatkan nilai ekspor sektoral Indonesia, khususnya pada sektor-sektor yang memiliki nilai tambah,” ujar Rini.
PLN dan LPEI terus berkolaborasi dan bersinergi dalam riset guna mendorong ekspor Indonesia dan mendukung produk Indonesia untuk bersaing di pasar global dan memperkuat basis perekonomian nasional.
(Tya)






