Manado – LPP RRI Manado menggelar dialog interaktif “Beranda Nusantara” dengan Topik Pancasila, Sejarah dan Tantangannya menampilakan narasumber Dr Flora Kalalo SH MH, Ketua Bidang Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan juga Ketua Ikatan Alumni Lemhanas Komda Sulut) dan Berty Alan Lumempouw, SE SPd, Ketua Umum DPP Organisasi Kristen Benteng Indonesia (OKLBI),Rabu (22/6/2022).
Dr Flora Kalalo mengatakan yang menjadi tantangan terhadap tergerusnya nilai-nilai Pancasila bagi generasi muda yaitu dengan berkembangnya n teknologi seakan membuat suatu jarak yang cukup kuat dan rentan bagi generasi muda sekarang .
“Pengamalan nilai luhur Pancasila semakin sulit untuk mengimplementasikan, apalagi kebebasan mengakses media social tanpa batas bisa menggerus semangat kebangsaan,” katanya.
Diapun mengukapkan semua elemen masyakat pasti sudah mengetahui tentang Pancasila namun sekarang bagimana agar terus memantapkan nilai-nilai Pancasila .Fungsi dan kedudukan Pancasila sebagai Negara kesatuan Republic Indonesia sebagai jiwa bangsa Indonesia, Kepribadian Bangsa Indonesia, Sebagai Pandanga hidup, Dasar Negara, Sumber dari Segala sumber bagi Negara Indonesia dan yang paling penting sebagai perjanjian luhur dalam mendirikan Negara Indonesia dan cita-cita bangsa Indonesia hal iterus digalakkan dan diingatkan kepada generasi muda.
“Perlu meminta kepada pemerintah harus ada kurikulum dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi dan kurikulim ini harus bersinergi dengan pemerintah dan harus terkordinasi dengan baik,”tandasnya.
Narasumber yang lain Alan Berty Lumempouw melihat kekuatan Pancasila di tengah-tengah masyarakat sangat kuat. Hal dilihat dari edukasi yang terus diberikan di sekolah baik di tingkat dasar hingga perguruan tinggi .
Namun yang menjadi tantangan saat ini dengan adanya perkembangan teknologi yang makin canggi saat ini termasuk teknologi informasi yang di dalamnya media social mulai menggerus nilai-nilai pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Lumempuw yang juga pengajar di salah satu perguruan tinggi di Kota Bitung mengungkapkan nilai-nilai Pancasila dengan kearifan local seperti budaya Minahasa sangat erat.
“Saya sering membawa mahasiswa saya ke tempat- tempat bersejarah dan budaya-budaya peninggalan masa lalu,, disana saya mengajarkan tentang nila-nilai budaya Minahasa”terangnya
Dia mencontohkan budaya minahasa terkait mahsawah-sawah sawangan (saling membantu) mahtombo-tombolan ( saling menopang) ini bagian dari pengamalan pancasila sila ketiga persatuan Indonesia.
Diapun terus mendorong kepada setiap sekolah agar mempelajari budaya Minahasa yang didalamnya banyak memperlihatkan tentang nilai-nilai luhur pancasila.
Sebagai pimpinan ormas di Sulawesi Utara pihaknya tetap menjunjung tinggi Pancasila sebagai Dasar Negara. “Seragam kami pun menggunakan logo Garuda hal ini sebagai bentuk pengakuan terhadap Garuda Pancasila,”terangnya.
Dalam dialog interaktiv yang dipandu Stevi Kolibu mulai pukul 09.00-10.00 mendapat respon dari para pendengar yang pada intinya tetap mendukung pengamalan Pancasila dan harus terus digaungkan kesetiap insan masyakat Indonesia.






