Sejumlah aparat gabungan dari Polda Sulut, Polresta Manado, Satpol PP dan Brimob melakukan eksekusi lahan di Desa Kalasey 2, Kecamatan Mandolang, Kabupaten Minahasa.
Langkah tersebut mendapat penolakan keras dari warga hingga terjadi aksi saling dorong mendorong.
Kabag Ops Polresta Manado Kompol Tommy Arruan menjelaskan, sejauh ini pemerintah sudah melakukan tiga kali sosialisasi disertai peringatan terkait permasalahan lahan di Desa Kalasey 2.
“Memang sejauh ini masih ada warga yang lakukan penolakan, namun sebagian besar sudah menerima apa yang menjadi kebijakan Pemerintah,” jelasnya.
Arruan menerangkan pemanfaatan aset milik Pemprov Sulut ini untuk pembangunan politeknik pariwisata dengan harapan menjadi bermanfaat bagi masa depan anak muda.
“Oleh karenanya dimulai dengan pembangunan Poltekpar, dengan masuknya alat untuk dilakukan proses awal,” ujarnya.
Lanjutnya pada saat dilakukan eksekusi, ditemukan aksi dorong mendorong aparat dengan masyarakat untuk membuka jalur alat masuk ke lokasi.
“Himbauan kami agar masyarakat menaati aturan dari pemerintah, karena sejarah tanah ini masyarakat tau adalah tanah HGU milik Negara yang sudah diberikan Pemerintah Provinsi Sulut,” jelasnya.
Arruan menerangkan masyarakat melalui sosialisasi akan mendapatkan dispensasi dari Pemerintah.
“Antara lain yang diberikan yaitu pengurusan sertifikat hak milik (SHM), karena diketahui mungkin sebagian dari tanah ini belum ada SHMnya, jadi kampung ini akan diberikan pengurusan oleh Pemerintah, sehingga mereka bisa memiliki hak atas tanah yang didiami sebagai tempat tinggal sekarang,”jelasnya.
Diketahui warga awalnya menghadang dengan membentuk barisan untuk tidak mengizinkan aparat gabungan masuk
Mulai dari anak kecil sampai lansia berdiri untuk menghadang dan bersama-sama mereka menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Mereka pun kemudian meminta aparat untuk berbalik dan tidak masuk ke lahan mereka.
“Pergi pulang sana, kalau mau masuk silahkan tembak kami,”ujar seorang warga.
Berbagi upaya permintaan dari aparat agar warga menghindar dari tengah jalan dilakukan.
Namun karena langkah tersebut tidak diindahkan, hingga akhirnya aparat maju perlahan-lahan.
Warga kemudian terus menghalau hingga terjadi aksi saling mendorong.
Beberapa warga dan aparat terlihat jatuh akibat kejadian tersebut.
“Tuhan tolong, kami hanya petani dan kasihan kenapa dibuat seperti ini,”teriak warga.
Aparat pun terus bergerak kedepan meski ada perlawanan.
Hingga akhirnya warga yang berada di tengah pun bisa disingkirkan, sampai truk yang membawa alat berat masuk ke area lokasi bisa lewat.






