Keluarga Liempepas Bersaudara Minta Keadilan Pasca jadi Tersangka Politik Uang: Tolong Pak Prabowo

SULUTLINENEWS.CO.ID, MANADO – Keluarga Liempepas bersaudara, Caleg terpilih dari Partai Gerindra Sulawesi Utara angkat suara, pasca penetapan tersangka politik uang yang disampaikan Kejaksaan Negeri Manado.

Nanses Meike Rakian orang tua dari Caleg terpilih mengaku sangat tidak adil apa yang saat ini diterima oleh kedua anaknya.

Pasalnya, proses pemilu sudah selesai dan sudah ada penetapan, namun kini dipersoalkan politik uang.

“Kami mohon keadilan sebesar-besarnya karena ini kedua anak kami dipilih oleh masyarakat secara hati nurani dan semua telah melalui proses, tapi kenapa kini dipermasalahkan,” jelas Anggota DPRD Kota Manado ini kepada Tribun Manado, Sabtu (25/5/2024)

Rakian pun kini meminta bantuan kepada Presiden Indonesia terpilih Prabowo Subianto agar bisa membantunya dalam mencari keadilan.

“Tolong kami pak Prabowo, kami hanya menuntut keadilan dalam pemilu ini, karena rakyat memilih kami dari hati nurani,” jelasnya

Sebelumnya dua caleg terpilih Gerindra Sulawesi Utara akhirnya ditetapkan tersangka kasus politik uang.

Kedua caleg tersebut diketahui adalah Christofel Liempepas yang maju ke DPR RI dari Dapil Sulut dan Indra Liempepas, caleg terpilih dari Dapil Tuminting Bunaken untuk DPRD Kota Manado.

Namun, pada kasus ini tidak hanya 2 caleg yang ditetapkan tersangka, ada satu orang lagi berinsial CL.

“Jadi ada 3 tersangka, pertama itu IWL, kedua CL dan ketiga sama juga CL dengan dugaan melanggar pasal 523 ayat 2 UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang tindak pidana pemilu junto pasal 56,” ujar Kasie Intel Kejari Manado Arthur Piri pada Jumat (24/5/2024)

Menurutnya, berkas tersebut baru-baru ini dilimpahkan ke Kejari Manado terkait tindak pidana pemilu,

“Jadi ini dua berkas perkara dengan tiga orang tersangka, yang ada di dalamnya,” jelasnya

Lanjut Piri, terkait dengan pra penuntutan pihak Kejari diberi waktu 7 hari untuk menyatakan apakah berkas perkara layak secara formil dan material untuk disidangkan.

“Nanti, mungkin hari Selasa kami akan menentukan sikap apakah ini layak kita sidangkan atau seperti apa,” jelasnya