Pemkot Tomohon Perkuat Kolaborasi Pengelolaan Sampah Lewat Workshop Internasional

Sulutlinenews – Pemerintah Kota Tomohon terus memperkuat komitmen mewujudkan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan melalui Workshop Zero Waste Lifestyle for Tomohon City yang membahas strategi pengelolaan sampah secara terpadu dan berkelanjutan.

Kegiatan yang dilaksanakan di Command Center Pemkot Tomohon ini dihadiri Wali Kota Tomohon Caroll J.A. Senduk bersama Wakil Wali Kota Sendy G.A. Rumajar serta menghadirkan narasumber dari UN-Habitat, yakni Urban Development Expert Sovanarith Sieng dan Local Project Officer Indonesia Mula Pralampita Nursetianti.

Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa pengelolaan sampah menjadi salah satu tantangan utama perkotaan di tengah pertumbuhan populasi, perubahan iklim, serta meningkatnya tekanan terhadap sumber daya alam. Karena itu, diperlukan sistem pengelolaan sampah yang terencana, kolaboratif, dan berkelanjutan.

Workshop ini merupakan bagian dari proyek Accelerating the Implementation of the ASEAN Sustainable Urbanisation Strategy (ASUS) Phase II, yang bertujuan memperkuat implementasi strategi urbanisasi berkelanjutan di kota-kota menengah, termasuk Tomohon. Program ini juga menjadi tindak lanjut Master Plan on ASEAN Connectivity 2025 dalam menjawab tantangan pembangunan kota modern di kawasan Asia Tenggara.

Pemerintah Kota Tomohon mencatat produksi sampah mencapai sekitar 51,6 ton per hari, dengan sekitar 70 persen merupakan sampah organik. Saat ini pengelolaan sampah masih terpusat di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Regional Tara-Tara seluas 5,3 hektare, yang meskipun dirancang sebagai sanitary landfill, namun praktik di lapangan masih menghadapi sejumlah kendala teknis.

Sebagai solusi, Pemkot Tomohon terus mengembangkan berbagai program seperti PPSOT, integrated farming di Kelurahan Kakaskasen, serta community composting di Kelurahan Tara-Tara Raya sebagai proyek percontohan yang diharapkan dapat diperluas ke seluruh wilayah. Selain itu, edukasi pemilahan sampah kepada masyarakat juga menjadi prioritas dalam mendukung perubahan perilaku menuju gaya hidup ramah lingkungan.

Melalui workshop ini, diharapkan lahir rekomendasi konkret yang dapat diimplementasikan dalam penyusunan City Technical Proposal guna mendukung target nasional Indonesia Bebas Sampah 2029. Pemerintah menilai kolaborasi antara pemerintah, akademisi, komunitas, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan menciptakan sistem pengelolaan sampah yang efektif dan berkelanjutan.

Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen Pemerintah Kota Tomohon dalam mewujudkan kota yang bersih, hijau, sehat, serta berdaya saing melalui penerapan gaya hidup zero waste di tengah masyarakat.