Sulutlinenews – Program Pasiar Edu-Tourism kembali memperkuat posisi Sulawesi Utara sebagai destinasi unggulan wisata pendidikan internasional. Kehadiran mahasiswa asal Australia di Kota Tomohon menjadi bukti nyata bahwa sektor pariwisata berbasis edukasi semakin diminati, sekaligus membuka peluang peningkatan jumlah wisatawan mancanegara (wisman) ke daerah ini.
Wali Kota Tomohon, Caroll J.A. Senduk, menyambut positif pelaksanaan program tersebut dan berharap kunjungan mahasiswa asing dapat terus berlanjut di masa mendatang. Pemerintah Kota Tomohon menilai kolaborasi antara sektor pendidikan dan pariwisata mampu memberikan dampak strategis dalam memperkenalkan budaya, potensi daerah, serta memperluas jejaring promosi di tingkat global.
Program Pasiar Edu-Tourism merupakan kerja sama berbagai pihak, di antaranya Manly Manado Society Inc., Universitas Klabat (Unklab), serta Australia Indonesia Youth Association (AIYA) Chapter NSW. Melalui kegiatan ini, para mahasiswa tidak hanya berkunjung, tetapi juga mempelajari seni, budaya, serta kehidupan masyarakat lokal di Sulawesi Utara, termasuk Kota Tomohon yang dikenal sebagai daerah berhawa sejuk dengan kekayaan budaya Minahasa.
Kepala Dinas Pariwisata Daerah Kota Tomohon, Judhistira Siwu, menjelaskan bahwa program ini telah menghadirkan dua gelombang mahasiswa Australia yang mengikuti berbagai aktivitas edukatif. Para peserta berasal dari sejumlah universitas ternama di Australia, seperti University of Sydney, University of New South Wales, hingga Australian National University. Mereka diharapkan dapat menjadi duta promosi pariwisata Sulawesi Utara di negara asalnya.
Menurutnya, keberadaan mahasiswa asing tersebut tidak hanya memberikan pengalaman belajar lintas budaya, tetapi juga berkontribusi dalam memperluas promosi destinasi wisata Sulut melalui jejaring internasional yang dimiliki para peserta. Hal ini dinilai sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan angka kunjungan wisatawan mancanegara setiap tahunnya.
Program Edu-Tourism Australia 2026 juga mendapat sambutan positif dari pemerintah daerah lainnya di Sulawesi Utara. Kunjungan peserta ke sejumlah lokasi bersejarah, termasuk kawasan Benteng Moraya di Minahasa, menunjukkan adanya sinergi lintas wilayah dalam memperkuat sektor pariwisata berbasis edukasi.
Wali Kota Caroll Senduk berharap program seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan bahkan menjadi agenda tahunan. Selain memperkuat hubungan internasional di bidang pendidikan, kegiatan tersebut dinilai mampu meningkatkan citra daerah sebagai destinasi wisata yang ramah bagi pelajar dan peneliti asing.
Dengan semakin banyaknya mahasiswa asing yang berkunjung, Pemerintah Kota Tomohon optimistis sektor pariwisata akan terus berkembang, sekaligus memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat lokal. Edu-tourism dinilai menjadi salah satu strategi efektif untuk memperkenalkan potensi budaya, kuliner, serta keindahan alam Sulawesi Utara ke panggung dunia.






