Sulutlinenews || BOLTARA — Polemik terkait hasil Konferensi Provinsi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Utara terus bergulir. Namun, bantahan terhadap tudingan pelanggaran aturan dalam forum tersebut mulai disampaikan sejumlah pengurus di daerah.
Pengurus PWI Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Indrawan Laupu, menilai keberatan yang dilayangkan sejumlah calon ketua justru tidak disampaikan pada saat forum berlangsung.
“Kalau memang ada yang merasa janggal atau menabrak AD/ART, Peraturan Organisasi, atau tata tertib, kenapa tidak diprotes langsung dalam forum? Jangan setelah selesai baru dipersoalkan,” ujar Indrawan.
Ia menegaskan bahwa seluruh proses persidangan konferensi berjalan terbuka dan diikuti peserta yang telah masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).
“Pimpinan sidang saat mengambil keputusan tidak mendapat penolakan dari peserta yang terdaftar sebagai pemilih. Artinya, forum menerima jalannya persidangan,” katanya.
Indrawan juga menyoroti sikap pihak yang mempermasalahkan hasil konferensi setelah kegiatan berakhir. Menurutnya, langkah tersebut terkesan tidak mencerminkan semangat berorganisasi.
“Intinya ini bukan soal aturan lagi, tapi lebih ke belum bisa menerima hasil. Tidak move on,” ucapnya.
Terkait tudingan terhadap Ketua Bidang Organisasi PWI Pusat yang dianggap tidak netral, Indrawan menilai hal tersebut tidak berdasar jika tidak disertai keberatan resmi dalam forum saat itu.
“Semua keputusan diambil dalam forum yang sah. Kalau memang ada pelanggaran, harusnya disampaikan saat itu juga, bukan setelah selesai,” tegasnya.
Ia juga menegaskan bahwa hasil konferensi yang menetapkan Sintya ND Bojoh sebagai Ketua PWI Sulut tetap sah secara organisasi.
“Kalau mau dibatalkan, mekanismenya juga harus lewat konferensi. Tidak bisa hanya lewat opini atau surat keberatan saja,” ujarnya.
Indrawan berharap polemik ini tidak berlarut-larut dan seluruh pihak dapat kembali fokus pada penguatan organisasi.
“Konferensi sudah selesai, hasil sudah ada. Sekarang saatnya semua pihak bersatu dan membangun organisasi ke depan,” pungkasnya.






