Rawan Peredaran Bahan Berbahaya Sianida, Pintu Perbatasan Harus Dijaga Aparat

SULUTLINENEWS.CO ID, BOLMONG – Pintu bisnis jual beli bahan kimia sianida ilegal mulai terbuka di Sulawesi Utara. Itu disebabkan, karena belum maksimalnya pengawasan di pintu masuk Sulawesi Utara. Berhembus kabar, sianida ilegal yang kerap masuk Sulut ini berasal dari Provinsi Gorontalo.

Maraknya peredaran gelap bahan kimia sianida asal Provinsi Gorontalo di Sulawesi Utara mendapat tanggapan dari aktivis lingkungan Rizky Purukan. Kepada KoranManado.co.id, ia meminta aparat penegak hukum di Sulut memperketat pengawasan di wilayah perbatasan.

“Pihak berwajib diharapkan mengawasi perbatasan masuk Sulawesi Utara, terutama perbatasan darat antara Sulut dan Gorontalo, yaitu Pinogaluman-Atinggola,” sebut Rizky Purukan, Kamis (26/10/2023).

Menurutnya, memperketat pengawasan di wilayah perbatasan sangat penting, karena bahan kimia ilegal yang mulai masuk Sulut ini sangat berbahaya.

Selain pengawasan, memperketat penerbitan izin penjualan bahan kimia ini juga perlu dilakukan pemerintah dan aparat penegak hukum,” katanya.

Lebih lanjut, dia menyarankan agar tidak ada izin baru yang diterbitkan, sehingga penerbitan izin harus sesuai dengan prosedur yang ketat.

“Kami mengharapkan Pemprov dan Polda Sulut untuk memainkan peran penting dalam memperketat peredaran bahan kimia sianida di beberapa wilayah, termasuk Minahasa Tenggara, Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Timur, dan Kabupaten lainnya,” tuturnya.

Tujuannya adalah untuk mencegah penyalahgunaan bahan kimia sianida yang dapat membahayakan masyarakat. Tindakan ini diperlukan untuk mengendalikan peredaran bahan kimia sianida yang semakin meluas dan menghindari kerugian yang telah dialami oleh banyak korban akibat bahan kimia ini, bahkan yang merenggut nyawa manusia.

“Oleh karenanya, saya berharap agar selain memperketat izin, penerbitan izin penjualan, pengedaran, penyimpanan, dan distribusi bahan kimia sianida bisa dihentikan. Terutama mengingat kasus yang terjadi di Mitra sebagai contoh,” tandasnya

ADP