Komaling: Alsintan Traktor Diduga Diperjual Belikan.

Minsel – Ventje Komaling seorang petani Pinasungkulan Utara, Kecamatan Modoinding, dengan tegas dan keras menduga kuat Alat Mesin Pertanian (Alsintan) jenis traktor milik Pemerintah Kabupaten (pemkab) diperjual-belikan.

Selain itu dirinya juga menduga ada oknum yang memonopoli Alsintan tersebut artinya digunakan secara pribadi dan dikomersialkan (sewa-menyewa), dengan tarif yang cukup tinggi.

“Ada salah satu Alsintan berada disini tapi milik desa lain wilayah Minsel dijual kepada oknum orang sini, karena melihat pertanian Modoinding sangat luas dan memerlukan alat tersebut untuk membajak lahan perkebunan, sehingga oknum tersebut menyewakan alatnya kepada petani dengan harga tinggi, mau tidak mau berapapun harga sewa alat itu, petani tetap menyewa alat tersebut dan membayar tunai selesai dikerjakan lahan yang ada , “ujar Komaling.

Lanjut dikatakannya,  adapun juga alat serupa yang notabene untuk pertanian diwilayah ini, namun disayangkan oknum yang bersangkutan yang dipercayakan alat itu hanya untuk kepentingan lahan pribadinya dan mungkin keluarga-keluarga dekat mereka,” tapi yang jelas diluar itu oknum tersebut menyewakan Alsintan dengan harga yang sama dengan Alsintan milik perorangan diwilayah ini, harga sewa alat dan termasuk ongkos operator dan BBM nya dengan luas tanah ukuran 1 (satu) tektek atau ukuran 146m x 24m di atas Rp 1 juta rupiah, tergantung kondisi lahan, dan lahan seluas itu dikerjakan kurang lebih  hanya 2 jam saja,”ya..biasa saya bayar itu Rp 1,2 juta dan saya bayar tunai,”urai komaling.

Komaling berharap, kepada Pemkab Minsel agar ada penataan ulang itu Alsintan, agar pengunaan alat tertata dengan baik sehingga pemkab tidak rugi mengeluarkan dana perbaikan alat tersebut ketika rusak terlebih petani juga tidak dirugikan,” kita bayangkan saja 2 jam pengelolahan lahan tarif diatas Rp 1 juta, berapa banyak hasil sewa Alsintan kalau kita lihat saja sendiri luas lahan yang ada disini bukan hanya beberapa hektar saja tapi bisa puluhan hingga rarusan hektar, pertanyaannya dikemanakan sisa uang hasil tersebut,”tegas komaling.(jim)