FPD Dikbud Tomohon Sinkronkan Program Pendidikan dan Pelestarian Budaya 2026–2029

Sulutlinenews — Pemerintah Kota Tomohon melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) menggelar Forum Perangkat Daerah (FPD) dan Forum Perangkat Publik sebagai langkah strategis meningkatkan mutu pendidikan sekaligus memperkuat pelestarian budaya lokal. Kegiatan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan lintas sektor guna menyelaraskan program kerja dan kebijakan pembangunan bidang pendidikan.

Forum yang dilaksanakan di aula Dikbud Kota Tomohon tersebut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tomohon Dr. Juliana Karwur, Kabag Organisasi Setda Ingrit Palit, Kepala Dinas Pangan Novie Kainde, serta Sekretaris Dinas Sosial Vany Supit. Pertemuan ini menjadi wadah sinkronisasi rencana strategis pendidikan dan kebudayaan untuk periode pembangunan daerah ke depan.

Dalam pembahasan, peningkatan kompetensi tenaga pendidik menjadi salah satu prioritas utama, termasuk penguatan kualitas pendidikan dasar dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Pemerintah berkomitmen memastikan akses pendidikan yang adil dan merata bagi seluruh masyarakat, sekaligus mendukung implementasi Kurikulum Merdeka melalui peningkatan kapasitas guru dan tenaga kependidikan.

Selain aspek sumber daya manusia, forum juga menyoroti pentingnya dukungan sarana dan prasarana pendidikan, termasuk pemanfaatan teknologi digital dalam proses pembelajaran. Upaya ini dinilai penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman dan kebutuhan generasi muda.

Di sisi lain, pelestarian budaya daerah menjadi perhatian penting dalam forum tersebut. Pemerintah menilai muatan lokal dan identitas budaya Tomohon perlu terus diperkuat melalui kurikulum pendidikan dan kegiatan sekolah, sehingga generasi muda tetap memiliki jati diri dan kebanggaan terhadap warisan budaya daerah.

Forum juga membahas penyusunan dokumen perencanaan jangka menengah seperti Renstra dan RKPD yang akan diselaraskan dengan target pembangunan daerah tahun 2026–2029. Dokumen ini diharapkan mampu memperkuat kualitas sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing, serta berkarakter budaya.

Sejumlah aspirasi turut mengemuka dalam diskusi, antara lain isu keamanan lingkungan sekolah, usulan program makan bergizi gratis, hingga perlunya keberpihakan terhadap tenaga pendidik. Masukan tersebut menjadi bahan evaluasi pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran guna mewujudkan pendidikan berkualitas di Kota Tomohon.

Melalui FPD ini, Pemerintah Kota Tomohon menegaskan komitmen untuk terus membangun sektor pendidikan yang maju, merata, dan berakar pada nilai-nilai budaya lokal sebagai fondasi pembangunan daerah yang berkelanjutan.